Wafeya

Mata ke bumi, hati ke langit

Tuesday, February 09, 2010

Alhamdulillah

(seloka - menginjak setahun lagi usia, semoga Allah berkahi)

Alhamdulillah.
Ini tangan.
Ini kaki.
Ini muka; ada mata, ada hidung, ada mulut, ada telinga.

Alhamdulillah.
Dua rongga kembang kempis dilebuh sang hawa.
Dua nadi pun tak jenuh berdenyut mesra.

Alhamdulillah.
Masih punya lengan,
cukup lima jari, cukup hujung indera sentuhan,
dipinta; tak terlanjur salah pegangan.

Alhamdulillah.
Masih punya kaki,
bisa gerak, bisa lompat, bisa jalan terus… berlari,
kejari bas 'tuk ke kuliah tiap pagi,
jua tak lemah lesu waktu bertemu-Nya lima sehari.

Alhamdulillah.
Masih bisa melihat,
indahnya alam ciptaan Illahi.
Walau sering buta mata hati,
merenung dan menaksir hakikat diri.

Alhamdulillah,
masih bisa berkata-kata.
Ya, kadang rampus lagi cempala tak susun kata,
atau gapil lalu muncung tak tentu hala,
tapi harap; terus reti dan mengerti,
mengalun sendu kalam-kalam suci.

Alhamdulillah.
Masih bisa mendengar,
tatkala dibacakan peringatan serta khabar,
walau sering halwanya jauh tersasar.

Alhamdulillah.
Hadiah dari Tuhan.
Cukup; tak pernah Dia minta perkiraan.

Pun begitu,
Sekali sekala Dia terkadang mengambil apa yang pernah diberi,
seraya ingatan bahawa tidak selama nikmat kita kecapi.
Terima kasih Tuhan,
Kerana ‘menghidupkan setelah mematikan’.
*
Senyum simpul,
Wajah basi-basi,
Mata sepet tak buka lagi.
Alhamdulillahi rabbil a’lamin!

Balqis
09022010
Simferopol Darul Rahmah,
Ukraine.


Satu DUA tiga EMPAT,
hanya nombor tanpa firasat.

Semilang dua lapang nang,
terus melangkah susah dan senang.

(^_^)V

InsyaAllah,