Wafeya

Mata ke bumi, hati ke langit

Wednesday, October 09, 2013

Sekali lagi hujan


“Masa sidai kain kita harap-harap sangat hujan tidak turun, atau kalau turun pun biarlah sekadar gerimis dan tidak lama (lebih-lebih lagi dalam musim hujan ini). Nanti baju tidak kering, berbau hapak pula. 

Tapi kadang-kadang hujan turun juga dan kita mengeluh. 

Ada waktu kita suka sangat hujan turun, kita suka bila cuaca mendung. Sejuk dan nyaman. Hujan itukan rahmat. Kata kita.

Manusia. Macam kita. Tidak ada apa yang benar-benar memuaskan kecuali yang mengikut keinginan. 

Sakit. Pedih. Bila satu-satu ujian datang menimpa saat kita mengharap sebaliknya.

Kenapa? Berapa lama? Kenapa aku? Sering kita persoalkan.

Padahal banyak lagi rahmat dan nikmat yang Allah beri untuk menyeimbangkan ujian-ujian yang sedang kita hadapi.

Tapi hati kita tetap sama sakitnya sebab masih belum dapat apa yang kita mahukan.

Sebab, sebab Allah mahu kita tahu, ubatnya bukanlah pada apa yang kita inginkan, tetapi ubatnya adalah pada, pada kemanisan, kebahagiaan kembali kepada Allah, yang sediakan ini semua.

Hujan

Sinaran mentari

Hidup

Rahmat

Rezeki

Bahagia

Itu semua dari Dia. Kalau Dia masih menahan, masih belum mahu memberi, by that time we know already.

Stop depressing ourself and return to Him. Leave the old path and step to a new one, stop looking at that one close door and look around you. There maybe ten, hundreds, thousands other doors open that we didn’t see before. 

Return to Him and everything just… InshaAllah.”

2 buah bicara:

senyum.

hujan sekali ini.
 
Hei, senyum kembali.

Menikmati hujan sambil sambil juga berharap ia cepat berhenti.
 

Post a Comment

Assalamualaikum teman-teman, terima kasih kerana sudi meninggalkan jejak bicara kamu, sekurang-kurang kalian telah hadir menceriakan hari-hari saya di persimpangan ini. Jazakumullah!!